PKB Belum Teken SK Cagub, Sarwono Diambangkan?
Jakarta, Rakyat Merdeka. Seluruh kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jakarta masih menunggu-nunggu dikeluarkannya Surat Keputusan DPP PKB terkait dengan penetapan nama calon gubernur yang akan disusung pada pilkada langsung 2007 Jakarta.
Berdasarkan informasi dari pengakuan salah satu staf Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, surat keputusan tersebut hingga kini belum keluar. Sebab, baru belakangan ini digelar rapat pleno para pengurus partai.
”Kalau pleno memang ada, tapi kalau soal SK belum tahu,” ujar Azril kepada Situs Berita Rakyat Merdeka, Jumat siang (13/4).
Menurutnya, Surat Keputusan DPP yang ditunggu-tunggu itu belum dipastikan kapan keluarkan. Setahu dirinya, Muhaimin belum mengumumkan keluar atau tidak-nya SK calon gubernur. ”Cuma pleno saja yang saya tahu, sewaktu pleno pun saya tak tahu apakah ketua umum hadir atau tidak,” ungkapnya.
Hal senada juga diungkapkan Ketua Bapilu DPW PKB Andi Subiakto. Dirinya mengatakan, hingga kini belum ada surat keputusan DPP tentang penetapan nama calon gubernur.
”Bapilu belum mendapatkan masukkan atau arahan dari DPP. Tapi proses administrasi sudah selesai, namun belum bisa dikeluarkan SK kalau belum ada arahan,” katanya.
Masalah penetapan nama cagub, akunya, sudah ada satu nama di Bapilu yang mengacu pada hasil penelitian di masyarakat dan kader partai. ”Kalau nanti DPP kasih masukkan, maka secepatnya dikeluarkan SK. Meski dibahas dalam rapat pleno, tapi belum ada satu orang pun di DPP yang tahu hasil rapat pleno tersebut,” imbuh Andi.
Selain itu, terkait dengan kemungkinan Partai Amanat Nasional (PAN) yang masih menunggu keputusan PKB soal penetapan nama cagub, katanya, pihaknya mempersilahkan PAN untuk mendahului keputusan tersebut.
”Mau keluarkan duluan, silakan. Kita gak bisa sembarangan. Takutnya nanti hasil keputusan di PKB jadi gak optimal. Tapi, kalau PAN mau ikut PKB, kita punya satu nama. Tunggu saja dikeluarkan SK DPP PKB,” tuturnya.
Ia menambahkan, saat sidang pleno pengurus partai, pihak bapilu tidak mendapat undangan. Sehingga, dirinya tidak yakin bahwa DPP sudah memiliki sikap menentukan figur yang akan diusung. ”Bapilu yang ada yang diundang, jadi kita tak tahu apa yang dibicarakan dalam sidang pleno,” pungkas Andi. (iga/ward)
Rakyat Merdeka Online Jum’at, 13 April 2007 14:37:14 WIB