‘PKS Yakin Menangkan Pilkada Jakarta’
Meski ‘dikeroyok’ gabungan parpol dalam ajang pilkada gubernur DKI Jakarta, namun Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimis dapat memenangkan ajang pesta demokrasi tersebut. Partai yang mengusung pasangan Adang Darojatun-Dani Anwar itu telah menyiapkan strategi khusus.
”Strategi yang kita siapkan berupa direct selling dengan cara door to door kepada masyarakat di lapisan bawah,” kata Presiden PKS, Tifatul Sembiring, saat ditemui dalam kegiatan safari dakwah dan temu kader PKS Kab Cirebon, di Kec Sumber, Kab Cirebon, Sabtu (14) malam.
Tifatul mengungkapkan, untuk menjalankan strategi tersebut, PKS memiliki 110 ribu kader di Jakarta. Dia mengungkapkan, 110 ribu kader itu telah ‘bergerak’ melakukan berbagai kegiatan yang membaur dengan masyarakat.
Lebih lanjut Tifatul mengungkapkan, pihaknya juga tidak takut dengan koalisi parpol yang mendukung Fauzi Bowo. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterimanya di lapangan, ternyata banyak kader parpol pendukung Fauzi itu yang melayangkan protes dengan keputusan pimpinan mereka tersebut.
”Dukungan mereka (koalisi parpol, red) itu hanya sebatas di ‘atas’. Sedangkan kita justru berkoalisi dengan masyarakat di tingkat ‘bawah’,” ujar Tifatul.
Tifatul menambahkan, selain menjalankan strategi itu, pihaknya juga menempatkan sosok Adang Darojatun sebagai pilihan yang tepat untuk memimpin Jakarta. Pasalnya, imbuh dia, Adang memiliki empat criteria yang dibutuhkan Jakarta.
Kriteria pertama, terang Tifatul, sosok Adang dinilai sebagai seorang polisi yang ‘bersih’. Dia menyebutkan, meski menjabat sebagai petinggi Polri, kekayaan Adang ternyata hanya separuh dari kekayaan Fauzi Bowo. Bahkan, harta yang dimilikinya itu merupakan harta milik istrinya.
Kriteria kedua, lanjut Tifatul, Adang dipandang sebagai sosok visioner. Dia mengungkapkan, Adang telah paham mengenai berbagai potensi maupun hambatan yang ada di Jakarta.
”Adang mengerti what is Jakarta,” tandas Tifatul.
Sementara kriteria ketiga, imbuh Tifatul, Adang memiliki kemampuan dan keberanian untuk membenahi Jakarta. Selama ini, kata dia, segala macam bentuk kriminalitas tumbuh dan berkembang di Jakarta. Dengan pengalamannya sebagai petinggi Polri, Adang dinilai mampu mengatasi hal tersebut.
”Kalau sipil yang memimpin Jakarta, maka dia hanya akan menjadi main-mainan saja,” tutur Tifatul.
Sedangkan criteria keempat yang dimiliki Adang, terang Tifatul, yakni kemampuannya dalam berkomunikasi. Dia menjelaskan, seorang gubernur harus mampu mengkomunikasikan ide-ide maupun visi misinya kepada masyarakat dan jajaran yang ada dibawahnya.
”Kesalahan komunikasi akan menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat,” papar Tifatul.
(pur)